Cara sukses menanam cabe rawit tanpa lahan
Hampir semua masakan di Indonesia menambahkan cabe di dalamnya. Oleh karena itu rata-rata penduduk Indonesia adalah pecinta pedas.
Akhir-akhir ini harga cabe mulai melambung tinggi tapi enggak perlu panik saat harga cabe rawit meroket, tinggal kita bisa tinggal petik sendiri dirumah.
Bukan hanya mempercantik taman dengan buahnya yang berwarna merah, cabe juga bisa dimanfaatkan untuk masak di rumah, Agar kamu lebih puas memakan cabe tanpa memikirkan harganya yang sering naik turun, yuk, buat tanaman cabe sendiri memakai polybag .
Menanam cabe menggunakan polybag sangat tepat bila rumahmu berada di perkotaan.
Secara umum, menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter di atas permukaan laut dengan suhu kisaran 24-27 derajat celcius.
Berbeda dengan cabe rawit yang bisa tumbuh dimana saja serta mudah beradaptasi dengan lingkungan.Tetapi, cara menanam cabe rawit akan lebih optimal bila dilakukan di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 mdpl.
Tanaman cabe rawit memerlukan sinar matahari penuh atau 8 jam per hari untuk waktu idealnya
A. Bahan-Bahan yang Dibutuhkan:
- Bibit cabe
- Media tanam
- Polybag
- Semprotan
- Sarung tangan
- Sekop kecil
- Pupuk
B. Langkah-Langkah yang Harus Dilakukan:
1. Penyemaian Cabe
Agar tanaman cabe cepat tubuh, lakukan penyemaian cabe untuk membuat benih cabe.
Berikut cara menyemai cabe agar tanaman cepat tumbuh:
- Siapkan tempat penyemaian seperti, polybag.
- Masukkan tanah dan pupuk kandang yang memiliki perbandingan 3:1.
- Lindungi polybag dari hujan dan sinar matahari selama 1 minggu.
- Kemudian, rendam bibit cabe dalam air hangat selama 3 jam.
- Setelah itu, letakkan bibit cabe pada polybag dan tutupi kembali dengan tanah kira-kira kedalamannya 1 cm.
- Tunggu hingga benih cabe berkecambah, kurang lebih 4 minggu.
2. Penanaman dan perawatran cabe rawit
Penanaman atau pemindahan bibit dari polybag kecil ke polybag besar sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit mempunyai waktu yang cukup untuk beradaptasi pada malam hari.
Bibit yang ditanam adalah yang telah berumur 20-30 hari atau berdaun 4-5 lembar.
Sebelum bibit ditanam atau dipindahkan, terlebih dahulu disiram dengan air sampai medianya jenuh. Selanjutnya bibit dikeluarkan dari wadah pembibitan dengan hati-hati dan ditanam pada pot/polybag besar. Media dijaga agar tidak pecah.
Pastikan polybag untuk cabe ini memiliki lubang yang berguna untuk sistem drainase tanaman cabe sehingga mencegah pembusukan.
Lalu, isi pot dengan media tanam dengan komposisi media tanam:
- Campuran tanah dengan kompos (2:1)
- Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam (1:1:1)
- Campuran tanah dan pupuk kandang (2:1)
Pilih polybag untuk cabe yang berukuran di atas 30 cm agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan cape yang rimbun.
Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari jika tidak ada hujan.
Penyiangan dilakukan sekali dua minggu dengan cara membuang rumput-rumput liar yang ada di dalam dan di sekitar pot/polybag.
Tunas samping serta sebahagian daun yang tumbuh sampai dengan ketinggian 15 - 25 cm dari permukaan tanah dipangkas/dirempel. Pemangkasan bertujuan untuk menghindari percikan air penyiraman yang menempel pada bagian tanaman, batang menjadi kokoh dan kuat, pertumbuahan bagian atas tanaman lebih sempurna, sirkulasi udara lebih baik.
Sebagai pupuk dapat juga diberikan air cucian beras, air cucian daging/ikan, pupuk cair (urine ternak),dan pupuk nabati seperti kompos dari dedaunan. Air cucian beras atau air cucian daging/ikan sebelum digunakan terlebih dahulu disaring. Urine ternak yang digunakan adalah yang sudah difermentasi.
Selanjutnya biasanya juga disemprotkan pestisida atau bio pestisida. Salah satu biopestisida yang dapat digunakan untuk pengendalian hama dan penyakit cabai menurut peneliti Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Balitbangtan, Wiwin Setiawati adalah yang dikenal dengan nama ATECU yaitu campuran daun Mimba (Azadirachtaindica), daun Kacang Babi (Teprosiavogelli) dan urine sapi dengan perbandingan 1:1:4 yang direndam selama 15 hari.
Aplikasi dengan menyemprotkan atau disiramkan keseluruh bagian tanaman dengan dosis 10 ml/liter air.
Biopestisida ini cukup ampuh mengendalikan Trips, Tungau, Ulat Tanah, dan Antraknose.

Posting Komentar untuk "Cara sukses menanam cabe rawit tanpa lahan"