Sekilas tentang Kopi
Tanaman kopi merupakan salah satu anggota dari familia Rubiaceae yang banyak dibudidayakan di negara tropis termasuk Indonesia.
Kopi merupakan tanaman perkebunan yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan salah satunya bijinya.
Kopi merupakan tanaman perdu yang memiliki batang kokoh dan kuat dengan tinggi tanaman bisa mencapai 8 - 12 meter. Tanaman kopi memiliki sistem perakaran tunggang yang tidak mudah rebah dengan kedalaman akar utama kurang dari 1 meter
Biji kopi merupakan bagian tanaman kopi yang memiliki manfaat paling tinggi dibandingkan dengan bagian tanaman yang lain.
Biji kopi yang telah dikeringkan dapat dibuat bubuk dan digunakan sebagai bahan dasar pembuatan berbagai olahan makanan seperti dalam industri makanan ringan dan permen serta berbagai olahan minuman.
Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis spesies utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.
Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor kopi di pasar kopi internasional. Jenis kopi yang banyak diekspor oleh Indonesia adalah kopi robusta dan kopi arabika.
1. Biji Kopi Arabika
Biji kopi arabika, jenis kopi dengan cita rasa terbaik. Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini.
Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia.
Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis.Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600–2000 m di atas permukaan laut.
Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik.
Suhu tumbuh optimalnya adala h 18-26oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.
buah kopi arabika tergolong buah batu dengan bentuk lonjong (ovoid-ellipsoidal) dengan panjang 12 - 18 mm dan diameter 8 - 15 mm. Di dalam satu buah kopi biasanya mengandung dua biji kopi dengan berat sekitar 0,45 - 0,5 gram per biji. Kopi arabika memiliki aroma dan rasa yang enak sehingga memiliki nilai jual yang tinggi dibanding kopi jenis lainnya.
2. Biji Kopi Robusta
Biji kopi robusta, jenis kopi kelas 2. Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafeina dalam kadar yang jauh lebih banyak.
Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permukaan laut.
Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.
kopi robusta tergolong buah batu yang berbentuk bulat telur bola (ovoid-globose) memiliki biji yang berukuran lebih pendek dibandingkan dengan kopi arabika namun memiliki diameter yang lebih besar Pada umumnya kopi robusta memiliki ukuran lebih ringan dibandingkan dengan kopi arabika.
Kopi robusta memiliki rasa yang lebih pahit dengan memiliki kandungan kafein hampir dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan kopi arabika.

Posting Komentar untuk " Sekilas tentang Kopi"